Empat Klub Kandidat Juara dan Kuda Hitam di Liga Champions

Liga Champions 2018/19 memang baru memasuki fase penyisihan grup. Namun, para fans dan petaruh sudah mulai menghitung-hitung siapa kandidat yang paling berpeluang merengkuh trofi Telinga Besar musim ini. Sejauh ini, empat klub elite masih masuk pot teratas sebagai unggulan dan empat tim masuk ke pot kedua sebagai tim kuda hitam.

Real Madrid sebagai juara bertahan menjadi kandidat teratas. Klub raksasa Spanyol bahkan berpotensi memperbarui rekor jika berhasil menambah trofi secara berutur-turut pada kompetisi paling elit di Eropa tersebut. Saat mengalahkan Liverpool di laga final 2017/18, kala itu pelatih Zidane sukses mengukir rekor Madrdi sebagai klub pertama yang berhsil meraih treble alias gelar juara tiga tahun berturut-turut.
Namun, kekuatan Los Blancos memang agak berbeda pasca ditinggal mega bintang CR 7. Buntutnya, performa Madrid anjlok dan pelatih Julen Lopetegui terpaksa angkat koper. Kabar baik bagi Madrididista, kelas Madrid kembali berkat polesan pelatih baru yang juga eks punggawanya, Santiago Solari.
Kandidat kedua adalah Juventus. Wakil Italia memiliki tradisi kuat dan juga komposisi skuad mumpuni. Apalagi dengan hadirnya Cristiano Ronaldo membuat pelatih Massimo Allegri lebih percaya dengan ketajaman dan produktivitas lini depan.
Klub raksasa La Liga Barcelona juga masih menjadi unggulan. Meski di bawah pelatih Valverde masih harus membuktikan kapasitasnya untuk menghdapai klub elite Eropa lainnya. Barca tak bisa lagi bergantung kepada keistimewaan seorang Messi. Blaugrana harus kembali meraih mental juara dengan konsistensi permainan untuk pencapaian optimal. Pasalnya, pola permainan Barca tentu semakin terbaca. Valverde perlu rencana dan taktik cadangan jika timnya menghadapai stagnansi di lapangan.
Kandidat keempat adalah wakil Inggris, Manchester City. Kerja pelatih Guardiola terbukti berhasil membangun City menjadi tim dengan permainan taktis dan menyerang. Setelah semakin mantap di kancah liga domestik, Pep tentu berambisi memenuhi target manajemen untuk membawa City berhaya di tingkat Eropa.
Selain empat tim unggulan di pot pertama, para pengamat secara obyektif mengidentifikasi klub-klub yang akan menjadi kuda hitam. The Reds Liverpool masih dinantikan akankah berhasil mengulangi dan menyelesaikan pencapaian mereka di final CL musim lalu? Lalu ada Paris Saint Germain, klub kaya-raya asal Perancis dinilai sudah sangat memiliki modal bagus dan skuad mentereng yang tak diragukan kualitasnya. Jika harus mengatakan ini adalah saatnya PSG berharap trio Neymar-Mbappe-Cavani membawa kejayaan ke Paris.
Wakil Ialia, Inter Milan juga dianggap memiliki potensi untuk melaju hingga semifinal. Tantangan bagi pelatih Spalletti untuk memotivasi para pemainnya meraih pencapaian lebih di kancah regional ketika mereka masih kesuiltan menggulingkan dominasi Juventus di Serie A.

UEFA Pastikan Liga Champions Segera Gunakan VAR

UEFA sebagai organisasi sepakbola tertinggi di Europa akan menerapkan penggunaan teknologi VAR (Video Assistant Referees) pada Liga Champions. Hal ini disampaikan presiden UEFA, Aleksander Ceferin, pada konferensi pers gabungan UEFA dengan ECA di Brussel, Selasa (20/11).

Aleksander Ceferin menyampaikan bahwa wasit-wasit UEFA sudah siap dengan VAR dan seluruh aspek teknis telah dijelaskan pada sang pengadil.

“Saya menantikan laporan dalam sepekan ke depan atau lebih dan kita lihat saja kapan kami bisa mengimplementasikannya – paling lambat musim depan,” tegas Ceferin pada Sky Sports.

Penggunaan teknologi kamera telah dilaksankan pada Piala Dunia 2018. Terbukti, hasil kerja wasit dengan bantuan tim pemantau di ruang kontrol dapat memastikan beberapa keputusan krusial seperti gol, offside dan pelanggaran.

Memang sistem VAR mungki baru bisa digunakan sepenuhnya sejak awal liga Champions musim depan. Namun, ternyata bayak masukan dari klub partisipan yang ingin VAR diimplementasikan pada tahun ini.

Liga Champions dan Liga Europa sebagai kompetisi kasta tertinggi memang masih belum meloloskan wacana penggunaan VAR. Sementara liga-liga top Eropa yang sudah menggunakan dan/atau sudah memastikan akan menggunakan VAR.
Setelah Italia dan Spanyol, Premier League mengumumkan penggunaan VAR mulai musim depan. FA menilai VAR memang penting untuk membantu pekerjaan wasit di lapangan yang hanya ditentukan dalam hitungan detik.

Ketua Juventus dan ketua ECA (European Club Assosciation), Andrea Agnelli menambahkan, “Paling lambat musim depan juga berarti akan ada ruang untuk implementasi lebih awal. Kami sebagai klub mengaku puas dengan keputusan itu dan kami berterima kasih pada UEFA untuk kerja keras yang mereka lakukan.”

Kabarnya UEFA siap menggunakan VAR untuk perempat final Liga Champions musim ini – yang dimulai pada 9 April 2019 – sebagai percobaan awal penggunaan VAR di Liga Champions.

Sementara itu, fase gugur 32 tim Liga Europa baru dimulai pada 14 Februari, leg pertama perempat final dihelat pada 11 April.

Juru Gedor La Liga Memburu Top Skor Liga Champions Musim Ini

Pentas Liga Champions 2018/2019 masih menggelar partai fase group. Secara umum kualitas dan kekuatan klub kontestan pun masih cukup berimbang. Di ajang kompetisi tertinggi klub Eropa ini wakil Spanyol masih menjadi favorit juara. Real Madrid masih menyandang juara bertahan akan membuat rekor sensasional jika berhasil merebut trofi si Kuping Besar. Hal ini tentu menjadi tantangan yang harus dijawab rival abadi dari Catalan, Barcelona. Lalu, jangan tutup mata juga dari Atletico Madrid. Seiring ambisi juara, para striker juga terpacu mengejar gol. Sederet juru gedor La Liga berpeluang besar menjadi top skor Liga Champions musim ini. Siapa saja?
Berikut para matador yang berpeluang meraih trofi Golden Boot dalam UEFA Liga Champions 2018/19.

1. Lionel Messi
Striker andalan Barca asal Argentina mulai membuktikan konsistensi pemcetak gol ulung. Setelah mengalami cedera lengan, Messi tak kehilangan kapasitas sebagai salah satu pemain terbaik dunia.
Dalam dua penampilan, Messi berhasil membukukan 5 gol dalam kompetisi Liga Champions. Pencapaian ini membuktikan La Pulga masih menjadi kandidat kuat penyerang asal La Liga Spanyol yang berpeluang meraih trofi Golden Boot.

2. Gareth Bale
Semenjak kepergian Cristiano Ronaldo, ujung tombak Madrid berada di pundak Bale. Penyerang asal Wales telah mencatatkan dua gol dan dua assist dari tiga penampilan di Liga Champions. Menilik lawan dan jadwal pertandingan ke depannya, Bale masih punya kesempatan untuk menambah rekening gol.

3. Karim Benzema
Berhasil mengakhiri masa paceklik, Benzema menjadi salah satu striker La Liga yang berpeluang meraih trofi sepatu emas.
Benzema telah membangkitkan ketajaman lini serang Madrid sejak ditinggal oleh Cristiano Ronaldo pada musim panas lalu. Pemain timnas Perancis ini telah membukukan tiga gol dan satu assist dari empat penampilan Liga Champions.

4. Antoine Griezmann
Penyerang Perancisi memiliki aksi dan konsistensi. Kecepatan, kecerdikan dan ketajaman Griezmann sangat efektif di lini depan Atletico Madrid. Griezmann telah mencatatkan tiga gol dan satu assist dari empat penampilan Liga Champions, membuatnya berpeluang meraih trofi Golden Boot.

Marek Hamsik Lontarkan Target dan Ambisi Napoli di Liga Champions

Kapten dan jenderal lapangan tengah Napoli, Marek Hamsik, mengungkapkan target yang ingin diwujudkan bersama rekan setimnya di musim ini. Usai jeda laga-laga internasional, pemain asal Slovakia itu berharap dapat segera berlatih dan lolos fokus mempersiapkan target lolos dari fase grup Liga Champions. Sementara untuk kompetisi domestik, Hamsik juga bertekad konsistensi dan kekompakan tim dapat mengejar selisih enam poin dari Juventus di pemuncak klasemen Liga Italia.

Napoli menempati posisi kedua klasemen dengan raihan 28 poin.
Langkah Napoli di liga Champions memang cukup baik. Namun, tim asuhan Carlo Ancelotti tetap harus mengatasi hadangan dua klub berat yakni Liverpool dan Paris Saint Germain. Saat ini The Naples memang menempati peringkat pertama Grup C di dua laga tersisa dengan mengemas 6 poin.

“Kami memulai musim dengan pertandingan-pertandingan sulit, termasuk di Liga Champions,” ujar Hamsik seperti dikutip dari Football Italia. “Kami berada di posisi bagus meski Juventus berada sedikit di depan.

“Setelah jeda laga-laga internasional, kami akan berusaha lolos ke babak 16 besar Liga Champions dan memangkas jarak dari Juventus,” lanjutnya.
Ambisi dan tekad sang kapten pun mendapat sambutan dari penyerang Lorenzo Insigne. Striker asal Belgia itu menegaskan bahwa timnya harus sanggup meraih kesuksesan musim ini, termasuk di liga Champions. Musim lalu, Napoli mampu membuat rekor klub dengan mendulang 91 poin, tetapi scudetto tetap jatuh ke tangan Juventus. Andai mereka dapat mengulangi pencapaian musim lalu dan kini di bawah tangan dingin Ancelotti, bukan tidak mungkin Napoli bisa menheda dominasi La Vecchia Signora di serie A.

Ivan Rakitic Ingin Pulih Saat Barcelona Hadapi PSV

Nasib kurang beruntung dialami Ivan Rakitic saat gelandang timnas Kroasia itu tampil membela negaranya menghadapi Spanyol.  Rakitic terpaksa menepi lantaran cedera hamstring. Ia ditarik keluar di pertengahan babak kedua ketika Kroasia menghadapai Spanyol. Usai laga itu, manajer Zlatko Dalic mengonfirmasi bahwa sang gelandang tidak turut serta skuad “The Vatreni” yang terbang ke London untuk memainkan partai penentu Liga Negara UEFA di hari Minggu (18/11). Manajer Dalic menegaskan tak khawatir dengan lini tengah Kroasia karena masih memiliki Nikola Vlasic, Mateo Kovacic, Josip Brekalo dan Milan Badelj untuk menemani Luka Modric dan Marcelo Brozovic.

Sang pemain dikabarkan telah tiba ke klubnya Barcelona pada akhir pekan lalu, dan menjalani serangkaian pemeriksaan. Pihak Barcelona lantas mengkonfirmasi bahwa Rakitic mengalami cedera hamstring di kaki kanannya dan diperkirakan akan absen beberapa pekan.
Cedera sang pemain tentu manjadi kabar kurang bagus buat pelatih Barca, Valverde, yang membutuhkan tenaga di lini tengah Blaugrana. Apalagi Barca tengah kehilangan Philippe Coutinho yang juga sedang mengalami cedera.
Saat ini Barca memang masih bertengger di puncak klasemen La Liga. Posisi mereka di Liga Champions juga relatif aman. Meski demikian, masih padatnya jadwal kompetisi yan gharud dihadapi membuat Barca memerlukan rotasi agar performa mereka terjaga. Rakitic sendiri sejatinya telah memiliki satu pos di lini tengah, meski belakangan perannya diisi Arthur ataupun Vidal. Harus diakui juga, Rakitic paling memiliki chemistry dan pengertian paling nyambung dengan mega bintang Lionel Messi. Bersama Sergio Busquetl tandem lini tengah Barca menjadi dinamis saat bertransisi bertahan ke menyerang.

Meski masih harus menjalani perawatan, Rakitic bertekad dapat pulih cepat dari cedera dan kembali pada pertandingan Liga Champions. Namun, jikapun dalam kondisi fit, Rakitic sejatinya memang harus menepi karena ia masih terkena suspensi akibat sanksi kartu merah. Sang gelandang berusia 30 tahun itu diganjar dua kartu kuning saat La Blaugrana dikalahkan oleh Real Betis dengan skor 3-4 yang merupakan kekalahan pertama mereka di kandang semenjak ditangani oleh Ernesto Valverde.

Ivan dipastikan bakal absen di laga big match melawan Atletico Madrid pada 24 November. Namun, ia berharpa dapat pulih dan turut serta pada laga Champions antara Barcelona melawan PSV Eindhoven pada 28 November mendatang. Jika urung tampil di liga Champions, Rakitic mungkin baru siap saat laga kandang menjamu Villarreal di Camp Nou pada 2 Desember mendatang.